Suriah Usir Dubes AS dan 10 Diplomat Lainnya
Berita Suriah hari ini. Dilaporkan bahwa Pemerintah Suriah telah mengusir Robert Ford, Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk Suriah. Bersamaan dengan itu, Suriah juga mengusir 10 duta besar dan perwakilan negara asing lain yang ada di negara itu. Kebijakan itu diambil sebagai reaksi atas tindakan sama yang dilakukan beberapa negara terhadap Suriah. Sejumlah perwakilan AS juga dilarang mengunjungi Suriah dalam beberapa bulan ke depan.
“Suriah mementingkan dialog yang mengedepankan prinsip kesetaraan dan saling menghormati. Kami harap negara-negara yang melakukan pengusiran bisa mengadopsi prinsip tersebut sehingga hubungan bisa berjalan normal kembali,” ujar pernyataan pemerintah Suriah, Rabu (6/6).
Pengusiran ini tidak berlaku untuk pekerja badan-badan bantuan internasional yang tengah melakukan misi kemanusiaan. Mereka tetap dapat memberikan bantuan kepada warga Suriah di empat kota yang terus dilanda bentrokan.
“Apakah ini sebuah terobosan atau tidak, akan terlihat beberapa hari mendatang. Bukan sebuah retorika, bukan kesepakatan, namun tindakan di lapangan,” kata John Ging, Direktur Operasional PBB untuk urusan kemanusiaan. (Harian Surya, Kamis, 7 Juni 2012 hal. 3).
Arab-Barat Gelar Pertemuan Bahas Konflik Suriah di Turki – Krisis Suriah hari ini
Pada bagian lain diberitakan, beberapa menlu negara-negara Arab dan Barat dipastikan menggelar pertemuan-pertemuan non formal di Istanbul, Turki, Rabu (6/6) waktu setempat. Meeting tersebut dalam rangka untuk mencarikan solusi atas krisis Suriah yang semakin memanas.
Kantor berita Turki mengatakan, pertemuan tidak resmi itu berlangsung sebelum Forum Terorisme Global, yang dijadwalkan untuk bersidang di Conrad Hotel, Kamis (7/6).
Laporan tersebut mengutip sumber-sumber diplomatik yang mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, dan Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Selain itu ada juga pejabat dari Prancis, Jerman, Italia, dan beberapa negara Arab.
Bentrokan antara pasukan pemerintah dan pemberontak bersenjata Suriah sedang berlangsung di seluruh negeri. Amerika Serikat dan beberapa negara Arab telah meminta Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mundur. Namun, Bashar menekankan pemecahan krisis melalui reformasi.
Bashar mengumumkan Rabu bahwa ia telah menunjuk mantan menteri pertanian Riahd Hijab Farid sebagai perdana menteri baru dan ditugaskan kepadanya untuk membentuk pemerintah baru.
Pemerintah Turki menegaskan, pertemuan non formal tersebut akan diikuti oleh sekitar 29 negara yang turut serta dalam Forum Terorisme Global itu.
(7226 votes)

