Hary Tanoe: Saya Akan Datang ke KPK Secara Sukarela Icon
Browse: Home » Korupsi » Hary Tanoe: Saya Akan Datang ke KPK Secara Sukarela

Hary Tanoe: Saya Akan Datang ke KPK Secara Sukarela

Post Rating: Hary Tanoe: Saya Akan Datang ke KPK Secara Sukarela Rating (2064 votes)

Hary Tanoesoedibjo mengaku belum terima panggilan resmi dari KPK, “Saya tidak menerima panggilan itu, namun saya tetap akan datang ke KPK secara sukarela pada Jumat mendatang.”

Yusril Ihza Mahendra turut mendampingi CEO MNC Group yang juga pemilik PT Bhakti Investama (BI) Hary Tanoesoedibjo saat yang bersangkutan menggelar jumpa pers di Gedung MNC Tower Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (13/6/2012).

Meurut Hary Tanoe, hubungan dengan Yusril adalah sahabat yang saling membutuhkan dan saling menolong jika ada permasalahan satu sama lain.

Hary dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan akan datang sebagai saksi dalam kasus dugaan suap kepengurusan restitusi pajak PT Bhakti Investama, Jumat (15/6/2012). “Pak Yusril ini sohib saya, jadi kalau saya dipermasalahkan dia pasti bela saya dan sebaliknya,” ujarnya.

Sementara Yusril yang mengenakan kemeja hitam meminta semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada KPK untuk melakukan penyidikan, meski menurutnya KPK sudah terlalu jauh untuk memanggil petinggi Bhakti Investama (BI). “Tapi dia akan datang sendiri supaya kasus ini dapat tertangani dengan cepat dan tidak lari kemana-mana,” kata dia.

Yusril mengingatkan bahwa KPK itu dibentuk untuk mengungkap dan menuntaskan kasus tindak pidana korupsi besar di atas Rp1 miliar dan kasus yang menarik perhatian masyarakat. Namun kasus ini menjadi menarik karena berkaitan dengan Bhakti Investama. “Sebelumnya kasus ini tidak menarik perhatian media, tapi jadi menarik karena dikaitkan dengan Bhakti Investama,” jelasnya.


hary tanoesoedibjo

Hary Tano dan Yusril

 

Hary Tanoe Bantah Ada Kecurangan Pajak

Pemilik Grup MNC dan Direktur Utama PT Bhakti Investama Tbk, Hary Tanoesoedibjo, membantah ada kecurangan pajak yang dilakukan perusahaan yang dipimpinnya. “Itu sangat tidak logis,” kata Hary dalam keterangan pers di kantornya, Rabu, 13 Juni 2012.

Aset Bhakti Investama hingga akhir tahun lalu mencapai Rp 18,5 triliun. Pembayaran pajak per 31 Desember 2011 pun mencapai Rp 1,2 triliun dan setiap tahunnya angka itu terus bertambah. Hary mengakui, perusahaan selalu taat membayar pajak setiap tahun. “Jadi begitu besar kontribusi kami buat negara dan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengaku selama ini perusahaan membayar pajak setiap tahun secara teratur. Untuk membayar pajak, perusahaan juga tidak memerlukan perwakilan seperti konsultan pajak. “Buat apa konsultan pajak. Jumlah pegawai kami saja sampai 19 ribu orang,” kata dia.

Bhakti Investama disebut-sebut terkait dengan kasus suap yang dilakukan James Gunardjo kepada petugas pajak, Tommy Hendratno. Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap James dengan Tommy di sebuah rumah makan di kawasan Tebet, Jakarta, dengan duit sebesar Rp 280 juta yang diduga sebagai uang suap.

Dia menegaskan, Bahkti Investama tidak mengenal kedua orang itu. Perusahaan juga tidak pernah melakukan kerja sama apapun kepada keduanya. “Tidak logis kalau kami melakukan kecurangan dengan melibatkan orang yang tidak kami ketahui,” ucapnya.

Ada pula yang mengatakan James Gunardjo adalah karyawan perusahaan investasi milik Grup MNC. Dia bisa membuktikan bahwa nama itu tidak terdaftar di kantornya. “Bisa dilihat di daftar Jamsostek. Karyawan MNC sebanyak 19 ribu orang. Bisa diperiksa dari sana,” katanya.


Berita Terbaru Hari Ini - Hasil Pencarian:

agama hary tanoesoedibjo,biodata hary tanoesoedibjo,biografi hary tanoesoedibjo,hary tanoesoedibjo agama,korupsi hari tanusudibiyo,kecurangandiindomaret,kecurangan indomaret,agama hary tano,hary tano,predisi gajah nellya belanda argen

Leave a Reply for “Hary Tanoe: Saya Akan Datang ke KPK Secara Sukarela”

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Close
Klik LIKE/SUKA dulu ya....
Sebelum meneruskan membaca, luangkan sejenak buat Like/Suka Facebook atau follow Twitter: